Video yang wajib diputar saat inaugurasi para newbie menjadi full fledge otaku - BKA Blog
Sebelumnya, saya tulis dulu updatean-updatean blog ini yang bisa jadi anda lewatkan.
1) Yang pertama, lihat tab di atas blog ini. Karena kunjungan anda sekalian, blog ini akhirnya level up dan satu feature baru terbuka, yaitu Light Novel (sfx: *jreng jreng*) meskipun yang saya pasang adalah skrip-skrip lawas tapi cukuplah untuk dibaca-baca. "Rubrik" ini selanjutnya akan diupdate seminggu sekali tiap Rabu.
2) Selanjutnya, bila anda click tab Laskar SOS maka halamannya yang baru juga sudah diupdate. Beberapa link masih belum aktif, itu karena youtube ternyata tidak bisa mengkonvert mkv secara otomatis, jadi sampai saya bisa menghardsub dan koneksi upload juga tidak kacau, sepertinya updatenya bakal agak lama.
3) Halaman about (Butler Room) juga sudah diupdate sehingga pas dengan konteks blog ini sekarang.
Btw anda tahu kan kalau anda me-mouse over di atas setiap tab maka akan keluar pop-up textnya?
Baiklah, sekarang ke topik.
Akhir-akhir ini saya membuat S.Link dengan cukup banyak commu newbie baru, sebagai seseorang yangsampun sepuh senior, saya senang melihat komunitas yang semakin berkembang, fans-fans baru dari berbagai fandom bermunculan. Mereka kritis, punya rasa ingin tau besar dan, ini yang membedakan dari para elitis, mereka punya apresiasi yang murni (kalau tidak dibilang naif) juga dibanding para elitist yang cenderung introvert, mereka lebih terbuka. Tentu saja kaum senior juga punya keunggulan tersendiri, karena sudah melihat luar-dalam, gemerlap dan bobroknya dunia anime otaku, wajar kalau beberapa diantara mereka jadi zetsubou, padahal yang mereka butuhkan sebenarnya hanya sedikit keluar dari kemonotonan konsumsi mereka dan melihat sebentar ke arah lain (really, anda hanya perlu sebentar saja) Dengan kata lain, kalo saya simpulkan, perbandingan antara commu newbie dengan commu senior sama seperti SOS-Dan dengan Zetsubou sensei.
Lalu apa hubungannya dengan video yang saya pakai buat title post ini? Takashi Murakami, original creator anime durasi pendek "Superflat Monogram" yang dipakai untuk komersial Louis Vuitton, baru-baru ini merilis video klip musik Kirsten Dunst (ya, anda tidak salah dengar) yang berjudul Akihabara Majokko Princess. Di klip musik ini, Kirsten Dunst menyanyikan lagu "Turning Japanese" milik group band The Vapors. Detailnya bisa anda baca di sini.
Anda sudah mulai melihat benang merahnya? ya, kata Akihabara. Video ini dishoot di tanah suci para otaku tersebut, dan disajikan dengan sangat blak-blakan. Selama ini saya merasa jika sisi gelap perotakuan cenderung tertutup. Entah disengaja atau tidak. Begini maksud saya kalau anda tidak nangkep. Sekarang bandingkan dengan AV, kolektor AV bisa dengan pedenya komentar soal maria ozawa, bahkan memakai kaos dengan gambar yang bersangkutan. Orang-orang yang bahkan awam dengan istilah JAV saja sampai tau siapa itu miyabi. Seperti sudah jadi rahasia publik. Sementara ero? doujin? eroge? kenapa seakan-akan disembunyikan di balik kasur? apakah karena 2D? apakah karena memang otaku suka mengkontaradiksikan hal-hal yang berkaitan dengan kulture mereka? ataukah karena ingin melindungi adik-adik kita yang naif? (halah).
Saya tidak bilang itu bagus, terlalu berlebihan kalau sudah sampai kaos atau dengan pedenya menyatakan hey saya koleksi jav sampe bergiga-giga loh pada orang yang baru saja kenalan, tapi poin saya adalah justru karena disembunyikan ini, kemungkinan membuat orang yang tidak tahu apa-apa mengalami kultur shock lebih besar. Dan membiarkan yang seperti itu terjadi adalah berbahaya, karena analoginya seperti orang yang tidak tahu apa-apa diajak masuk hotel. Sebelumnya saya pernah bilang kalo saya suka sankaku koplo karena cukup dengan masuk ke site itu saja anda sudah bisa melihat seperti apa wajah mayoritas otaku sesungguhnya (sekali lagi harap dicatat: mayoritas). Tapi sankaku koplo ternyata terlalu hardcore bagi sebagian orang, jika seorang newbie saja hampir pingsan waktu masuk Danbooru, bayangkan apa jadinya kalau dia dipaksa masuk sankaku koplo. Imannya bisa hancur (lololol, ambigu ini).
Kembali pada klip ini, ya, bisa dibilang ini semacam Akibahara undercover. Dan mungkin karena memang konsep video ini adalah lagu barat yang settingnya jepang, jadi konsep vulgarnya baratlah yang mendominasi. Dan itu malah sangat cocok untuk menyajikan apa yang sebenarnya terjadi di dunia otaku ke mata publik. Ada BANYAK SEKALI referensi dalam video ini, anda yang senior pasti bisa menemukan (atau bahkan menjelaskan) setiap referensi dalam tiap framenya. Anda yang newbie, jika ini pertama kaliannya anda hendak melihat di balik gemerlapnya dunia anime, sebaiknya anda tarik nafas panjang terlebih dahulu.
Sekali lagi, jika anda mengaku anda adalah warga masyarakat komunitas anime, anda tidak bisa menutup mata pada hal-hal seperti ini, pada kenyataan bahwa degradasi telah menimpa banyak sekali sodara kita (LOL bahasane), bahwa dunia perotakuan penuh dengan hal-hal yang WADEFAK dan HOLIESHIET. Bahwa pada hari ketiga, komiket dikhususkan untuk menjual doujin hentai. Bahwa anime-anime dengan fanservice, SUSU dan celana dalamlah yang bisa menghasilkan cukup duit untuk membayari produksi anime lainnya yang lebih bermoral. Yah, tentu saja anda tidak harus terjun langsung ke dalam kegilaan tersebut (dan memang sebaiknya jangan), tapi anda tetap harus mengakui kalau YA, itu bagian dari kultur kami.
Baiklah, sepertinya saya sudah berblablabla panjang lebar, silahkan nikmati saja klipnya langsung.
Well, mungkin saya mengunderestimated kemampuan newbie sekarang yang dikelilingi dengan source informasi begitu banyak (bayangkan seorang ce smp bilang minta doujinnya Tony Taka ke saya, I'm speechless, man) Tapi tetap, saya kira video ini wajib disebarluaskan, dipertontonkan, karena video ini memuat kebenaran yang sesungguhnya! (wakakak, apa ini? investigasi kasus bank?)
1) Yang pertama, lihat tab di atas blog ini. Karena kunjungan anda sekalian, blog ini akhirnya level up dan satu feature baru terbuka, yaitu Light Novel (sfx: *jreng jreng*) meskipun yang saya pasang adalah skrip-skrip lawas tapi cukuplah untuk dibaca-baca. "Rubrik" ini selanjutnya akan diupdate seminggu sekali tiap Rabu.
2) Selanjutnya, bila anda click tab Laskar SOS maka halamannya yang baru juga sudah diupdate. Beberapa link masih belum aktif, itu karena youtube ternyata tidak bisa mengkonvert mkv secara otomatis, jadi sampai saya bisa menghardsub dan koneksi upload juga tidak kacau, sepertinya updatenya bakal agak lama.
3) Halaman about (Butler Room) juga sudah diupdate sehingga pas dengan konteks blog ini sekarang.
Btw anda tahu kan kalau anda me-mouse over di atas setiap tab maka akan keluar pop-up textnya?
Baiklah, sekarang ke topik.
Akhir-akhir ini saya membuat S.Link dengan cukup banyak commu newbie baru, sebagai seseorang yang
Lalu apa hubungannya dengan video yang saya pakai buat title post ini? Takashi Murakami, original creator anime durasi pendek "Superflat Monogram" yang dipakai untuk komersial Louis Vuitton, baru-baru ini merilis video klip musik Kirsten Dunst (ya, anda tidak salah dengar) yang berjudul Akihabara Majokko Princess. Di klip musik ini, Kirsten Dunst menyanyikan lagu "Turning Japanese" milik group band The Vapors. Detailnya bisa anda baca di sini.
Anda sudah mulai melihat benang merahnya? ya, kata Akihabara. Video ini dishoot di tanah suci para otaku tersebut, dan disajikan dengan sangat blak-blakan. Selama ini saya merasa jika sisi gelap perotakuan cenderung tertutup. Entah disengaja atau tidak. Begini maksud saya kalau anda tidak nangkep. Sekarang bandingkan dengan AV, kolektor AV bisa dengan pedenya komentar soal maria ozawa, bahkan memakai kaos dengan gambar yang bersangkutan. Orang-orang yang bahkan awam dengan istilah JAV saja sampai tau siapa itu miyabi. Seperti sudah jadi rahasia publik. Sementara ero? doujin? eroge? kenapa seakan-akan disembunyikan di balik kasur? apakah karena 2D? apakah karena memang otaku suka mengkontaradiksikan hal-hal yang berkaitan dengan kulture mereka? ataukah karena ingin melindungi adik-adik kita yang naif? (halah).
Saya tidak bilang itu bagus, terlalu berlebihan kalau sudah sampai kaos atau dengan pedenya menyatakan hey saya koleksi jav sampe bergiga-giga loh pada orang yang baru saja kenalan, tapi poin saya adalah justru karena disembunyikan ini, kemungkinan membuat orang yang tidak tahu apa-apa mengalami kultur shock lebih besar. Dan membiarkan yang seperti itu terjadi adalah berbahaya, karena analoginya seperti orang yang tidak tahu apa-apa diajak masuk hotel. Sebelumnya saya pernah bilang kalo saya suka sankaku koplo karena cukup dengan masuk ke site itu saja anda sudah bisa melihat seperti apa wajah mayoritas otaku sesungguhnya (sekali lagi harap dicatat: mayoritas). Tapi sankaku koplo ternyata terlalu hardcore bagi sebagian orang, jika seorang newbie saja hampir pingsan waktu masuk Danbooru, bayangkan apa jadinya kalau dia dipaksa masuk sankaku koplo. Imannya bisa hancur (lololol, ambigu ini).
Kembali pada klip ini, ya, bisa dibilang ini semacam Akibahara undercover. Dan mungkin karena memang konsep video ini adalah lagu barat yang settingnya jepang, jadi konsep vulgarnya baratlah yang mendominasi. Dan itu malah sangat cocok untuk menyajikan apa yang sebenarnya terjadi di dunia otaku ke mata publik. Ada BANYAK SEKALI referensi dalam video ini, anda yang senior pasti bisa menemukan (atau bahkan menjelaskan) setiap referensi dalam tiap framenya. Anda yang newbie, jika ini pertama kaliannya anda hendak melihat di balik gemerlapnya dunia anime, sebaiknya anda tarik nafas panjang terlebih dahulu.
Sekali lagi, jika anda mengaku anda adalah warga masyarakat komunitas anime, anda tidak bisa menutup mata pada hal-hal seperti ini, pada kenyataan bahwa degradasi telah menimpa banyak sekali sodara kita (LOL bahasane), bahwa dunia perotakuan penuh dengan hal-hal yang WADEFAK dan HOLIESHIET. Bahwa pada hari ketiga, komiket dikhususkan untuk menjual doujin hentai. Bahwa anime-anime dengan fanservice, SUSU dan celana dalamlah yang bisa menghasilkan cukup duit untuk membayari produksi anime lainnya yang lebih bermoral. Yah, tentu saja anda tidak harus terjun langsung ke dalam kegilaan tersebut (dan memang sebaiknya jangan), tapi anda tetap harus mengakui kalau YA, itu bagian dari kultur kami.
Baiklah, sepertinya saya sudah berblablabla panjang lebar, silahkan nikmati saja klipnya langsung.
note: karena banyak video sejenis yang pada dihapus karena copyright claim, jadi video ini pun sewaktu-waktu bisa ilang. jika terjadi hal tersebut, coba search Kirsten Dunst Turning japanese Akihabara majokko princess di youtube
Well, mungkin saya mengunderestimated kemampuan newbie sekarang yang dikelilingi dengan source informasi begitu banyak (bayangkan seorang ce smp bilang minta doujinnya Tony Taka ke saya, I'm speechless, man) Tapi tetap, saya kira video ini wajib disebarluaskan, dipertontonkan, karena video ini memuat kebenaran yang sesungguhnya! (wakakak, apa ini? investigasi kasus bank?)
0 Response to "Video yang wajib diputar saat inaugurasi para newbie menjadi full fledge otaku - BKA Blog"
Posting Komentar