The Return of Prof. Shasha pakar SUSU - BKA Blog
YEAAAAAAAAAHHH, sequel dari salah satu serial favorit saya yang dinanti-nanti akhirnya tayang juga. Biarpun masih sensoran tapi karena sudah kebelet pengen nonton akhirnya saya download juga RAW nya. Awalnya saya cuma pengen bikin status update saja di FB sambil upload satu screencap, tapi karena sepanjang saya nonton banyak adegan imba yang bikin tangan saya gatal mencet tombol screencap, akhirnya terciptalah postingan ini.
Anda mungkin bisa menghujat anime ini karena pervert by nature nya, atau kalaupun anda pervert anda juga akan mencibir anime ini karena terlalu banyak SUSU di dalamnya. That's fine, saya tidak akan berdalih karena memang begitulah adanya. Tapi dibanding anime-anime lain yang ecchi atau banyak fanservice etc yang lazimnya saya drop langsung setelah menonton eps perdananya, Qwaser mempunyai banyak keunggulan (di mata saya). Beberapa point penting yang hendak saya garis bawahi:
- Konsep "soma" yang sekilah bisa dipandang remeh (its just SUSU anyway) namun bisa juga dibahas secara mendalam dan filofis (seriously). Kenapa tidak semua cewek punya soma, kenapa Shasha membutuhkan soma, kenapa bisa terjadi overdose, poisoned dan sebagainya.
- Shounen deconstruction.
- Musik yang megah dan menawan (OST season satu berjumlah 2 CD, dengan total 39 track)
- Adegan action yang ruarr biasaa
- Pertarungan yang smart dengan referensi reaksi kimia
- Karakter protragonisnya sendiri, yang mungkin bakal jarang anda temui di serial lainnya. Sebagai catatan, Shasha adalah seorang shota supercool yang menjalankan misi dengan serius. Benar, di anime ini, meskipun banyak SUSU, namun tokoh utamanya tidak mesum. Yang mesum adalah penontonnya
Dan lain sebagainya, tapi saya tidak akan menulis tentang pembelaan saya di sini karena bakal sangat panjang dan itu bukan tujuan saya menulis post ini, karena saya hanya ingin menulis first impression tentang season duanya saja.
Ada beberapa perubahan yang signifikan di season dua, yang langsung terasa tentu saja kemunculan Shasha sebagai cewek dan pertarungan di arena seperti yang terlihat di trailernya. Saya sempat khawatir jangan-jangan terjadi gender bending atau semacamnya dan anime menjadi beralih haluan ke yuri yang saya tidak begitu minat (karena Shasha tidak akan menjadi imba jika dia minum SUSU dalam wujud cewek).
Tapi untunglah saya salah.
Di season dua ini, saya kurang tahu settingnya berapa tahun setelah season satu, yang jelas Hana sekarang sudah tidak pettan lagi, pakar SUSU tercinta kita profesor Shasha, yang sekarang semakin menawan dengan rambut panjangnya (tentu saja karena sekarang dia sudah bukan shota lagi, jadi yang bertambah lebat bukan cuma RAMBUT nya), harus ke akademi khusus cewek untuk mencari seseorang, or something.
Prof tercinta kita, Shasha.
Sudahkah anda minum SUSU hari ini?
Di sana dia bertemu kembali dengan Hana, yang dipasangkan sebagai partnernya.
Karena mistressnya ngilang, jadi zetsubou.
Dengan kata lain, untuk beberapa saat kita tidak bisa mendengar suara do-S Aya Hirano.
Lalu opening songnya.
Musuh baru, tidak kalah lebay nya dengan musuh season 1
Lalu ada Kamui Shirou! Oh wait, apakah itu Subaru Sumeragi? hmm entahlah
Loli ini tidak begitu menarik perhatian saya, tapi saya screencap karena pose OBJECTION!! REPEAD IN RED dst
Dan om-om GAR ini kembali lagi
eh maksud saya tante ding
character dari season satu, gadis manis yang salah anime itu masih ada rupanya
Profesor kita dengan armor dan jubah barunya.
TUBUHKU KUAT. BADANKU SEHAT. KARENA MINUUUUUUUUUUM...........
Yang mulia nona Ekatherina Kurae, twin drillnya upgraded jadi.. entah potongan rambut apa itu, yang jelas makin IMBA
lalu ini adalah... e.. seperti sebuah konstelasi yang rumit nan kompleks, saya kurang paham
tapi yang jelas, ini pasti berhubungan dengan SUSU
Bicara soal SUSU, meskipun tampangnya masih imut keshota-shotaan
Tapi tentu saja prof Shasha masih punya PEDANG
Jadi untuk bisa masuk ke sekolah khusus cewek, maka
dan
ADEGAN APA INI?!
.....
lalu bagaimana dengan PEDANGnya?
WHHHHHHHHUUUUUUUUUUUUUATTT THEEEEEEEEEEEEEE
Minaide hazukashii..
Tapi semua itu ada hasilnya. Tidak ada yang curiga. Bahkan semua tampak menyukai profesor kita.
Baiklah, jadi bisa diambil kesimpulan: jika ingin berteman dengan banyak cewek, berpakaianlah seperti cewek.
Tapi tentu saja yang berubah cuma penampilan.
just as keikaku
Tapi loli ini tidak suka. Oh well, saya juga tidak berminat.
NAH, kalau ini... :3c
Masih belum banyak yang bisa saya ketahui tentang karakter ini, kecuali dia tipe byoujaku moe yang merupakan salah satu fetish saya :3c
Scene beralih ke area simulasi atau semacamnya, di sini character berlatih pedang di sebuah virtual simulation or something, karena masih raw jadi saya gak begitu paham.
ya, anda tidak salah dengar. Mereka berlatih PEDANG. Di dunia virtual ini, si byoujaku moe tadi bisa berjalan, bahkan bergerak dengan sangat lincah (jadi ingat .hack//sign)
dan profesor kita, karena terobsesi dengan penelitian tentang SUSU, otomatis mempengaruhi avatarnya
(mengerikan sekali, kata profesor kita)
tentu saja karena profesor kita seorang lelaki sejati...
seorang gadis tidak boleh melakukan hal seperti itu!
begitukah? itu adalah pose favoritku sehabis mandi di depan kipas angin sambil minum es teh
dan coba lihat itu
mereka menyukainya.
Profesor kita tampaknya tidak begitu tertarik dengan simulasi ini. Tentu saja, bagaimana mungkin lelaki normal yang suka MINUM SUSU tertarik dengan PEDANG??
Tapi lihat, ada gadis lain yang mahir bermain PEDANG!
Setiap kali PEDANGnya mengenai lawan, maka keluar lope-lope berwarna merah jambu. Dan setelah terkena TUSUKAN PEDANG BERKALI-KALI, maka gadis itu terjatuh KEHABISAN TENAGA.
Kemudian terjadi perselisihan or something, yang jelas akhirnya prof Shasha dan si gadis yang mahir berpain PEDANG itupun memutuskan untuk duel.
Kenapa mereka harus memakai armor? masa anda tidak tahu?
Tentu saja supaya damagenya berakibat seperti ini
Tapi prof Shasha adalah cowok!
Don't fap! kata profesor kita, don't fap to my b00bs! ini semua adalah akibat dari kesalahan sistem yang mengira aku adalah cewek hanya karena aku terlalu tenggelam dalam penelitianku tentang SUSU!!
TERIMALAH PEDANGKU, CEWEK GADUNGAAANN!!!!
AKU BISA MELIHATNYAA!! (melihat apanya?)
SEKARANG!!
Profesor kita tentu saja masih tak terkalahkan.
Malamnya, untuk mengecek apakah gadis yang kalah itu adalah orang yang dicarinya, profesor kita harus melakukan sebuah test.
Dan test itu tentu saja, tak lain dan tak bukan adalaaahhh....
AAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
SILAAAAAAAAAAUUUUUUUUU, MEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNN!!!!
Tapi kami tidak melihatnya, profff!!!!!
Baiklah, rupanya bukan dia yang kita cari. Mari kita coba SUSU yang lain minggu depan.
Tiba-tiba muncullah Kamui Shirou.
Apakah ada yang melihat PEDANG saya? saya harus PEDANG-PEDANGAN di atas menara Tokyo sebelum kiamat.
Setelah itu muncul tokoh yang sepertinya bakal jadi musuh di episode depan
Tapi karena tampangnya jelek, sepertinya bakal cepet mati.
Selesai. sekarang bagian ending song
WHAAAAAAAAAAAAAT THEEEEEEEEEEEEE
Lagu endingnya benar-benar kereeen. Lagi-lagi kasus salah taruh lagu OP dan ED. Lagu endingnya harusnya ditaruh jadi OP orz
oh, rupanya loli itu yang akan mengganti posisi Hana di season dua ini
baguslah
kanan: prof shasha dan nunnaly vi brittania
kiri: prof shasha melawan kamui shirou
untuk melihat dengan jelas, anda harus membalik gambar ini. Dengan Aya Hirano di posisi atas, saya rasa tidak masalah apakah saya yang berada di sebelah kiri atau kanan
apa ini maksudnya?
seseorang sedang belajar memakai brush dengan photoshop
profesor bersama dengan kekasih sejatinya
jika anda perhatikan, Mafuyu di gambar ini cukup badass, dengan celana pendek yang tidak dikancingkan.
mungkinkah dia took a level in badass setelah season satu berakhir?
Overall, saya menikmati sekuel ini. Adegan action dan musiknya masih tetep lebay dan menyenangkan untuk ditonton (furue!! otomo ni hizamasukeeeeeeeeeeeeee!!). Shasha juga masih tetap in character, meskipun plot menuntutnya untuk bercrossdress dan menjadi cewek (saya suka SUSU, tapi TIDAK SUKA PUNYA SUSUUUUUUUU!!!). Ekspresi dan gaya ngomongnya juga tetap balik ke mode cool bishounen berdarah dingin setiap menjadi mode chimeisa shasha, tapi ketika di hadapan gadis-gadis yang manis, dia akan berubah jadi gentlemen yang murah senyum (seperti saya, ohohoho).
Minusnya tentu saja ada. Jika konsep episodenya menjadi segelas SUSU per episode, maka akan jadi membosankan. Lalu pertarungan di virtual reality juga tidak begitu seru dan malah berasa fanservice. Juga tidak adanya referensi reaksi kimia yang membuat anime ini terasa intelektual. Tapi untungnya di episode depan sepertinya adegan action bakal kembali ke dunia nyata lagi.
Baiklah, sampai jumpa di postingan berikutnya. Sepertinya saya tidak akan membuat review per episode untuk serial ini, dan mengenai Silau-Man, akan saya usahakan untuk dilanjutkan meskipun saat ini draftnya masih macet di episode 18.



0 Response to "The Return of Prof. Shasha pakar SUSU - BKA Blog"
Posting Komentar